Q3 2026 · ELUX SPACE

Retrospective internal

Retro
Q3

Empat topik, problem yang sudah kita rasakan, dan solusi yang bisa mulai jalan minggu pertama Q4.

RASYA · ELUX SPACE · Q3 2026

Agenda

Yang kita bahas

  1. Regenerasi — knowledge transfer, akses, taste
  2. Fun — bikin remote tetap hidup
  3. AI — dari coba-coba jadi kapabilitas tim
  4. Research — riset yang nggak kalah sama deadline
  5. Prioritas Q4 — apa yang jalan, apa yang ditunda
Cara baca deck ini

Tiga lapis di tiap topik

Lapis 01

Problem

Apa adanya dari catatan retro. Nggak ditambah, nggak dikurangi.

Lapis 02

Ide awal

Solusi yang sudah kepikiran sebelum sesi ini.

Lapis 03

Usulan tambahan

Bagian untuk didebat hari ini. Lengkap dengan langkah awal dan bobot effort.

Tujuan sesi: keluar dari ruangan ini dengan 4 hal yang benar-benar mulai, bukan 20 hal yang mungkin.

Topik 01
01

Regenerasi

Supaya orang berikutnya nggak mulai dari nol.

Regenerasi · Problem

Tiga hal yang bocor tiap ganti orang

Problem 01

Workflow ada di kepala

Transisi dari era pre-AI ke sekarang belum terdokumentasi. Shot, intake project, research, handoff — semua diturunkan lisan.

Problem 02

Akses tercecer

Akun dan password belum punya rumah. Tiap handoff jadi acara berburu kredensial.

Problem 03

Taste sulit ditularkan

Standar Elux belum punya nama. Ritme kerja juga — daily task, jam report, protokol saat stuck.

Pola yang sama di ketiganya: pengetahuan ada, tapi cuma hidup di orangnya.

Regenerasi · Ide awal

Yang
sudah
kepikiran

  • KMS untuk manage & berbagi akses shared account
  • Tes pra-interview untuk cek knowledge dan taste kandidat
  • Dokumentasi semua workflow, potensi jadi produk digital
  • LMS untuk intern — task terpusat dan mudah di-track

Arahnya sudah benar. Yang perlu ditambah: urutan eksekusi dan cara mengisinya tanpa menambah beban kerja.

Regenerasi · Usulan 01

Menjawab problem 01

Workflow
Atlas

Effort: Sedang Impact: Tinggi

Satu playbook per workflow, format seragam: Trigger → Input → Steps → Output → Checklist.

  • Mulai 5 saja: Dribbble Shot, Project Intake, Research, Handoff, Revisi Klien
  • Diisi dengan document by doing — rekam Loom 10 menit saat task benar-benar dikerjakan
  • Transkrip lewat AI jadi draft, editor tinggal rapikan. Bukan sesi nulis terpisah
  • Target: 5 playbook selesai akhir Q4, 1 per 2 minggu

Kenapa nggak sekaligus 15: playbook yang nggak pernah dipakai lebih buruk dari nggak ada — bikin orang berhenti percaya dokumentasinya.

Regenerasi · Usulan 02

Menjawab problem 03

Taste
Rubric

Effort: Rendah Impact: Tinggi

Ubah “feeling” jadi lima kriteria yang bisa dinilai orang lain.

  • Tipografi & hierarki · Spacing & grid · Motion & detail · Craft · Narasi
  • Skala 1–5, tiap skor dikunci dengan contoh nyata dari arsip Elux
  • Dipakai tiga kali: tes pra-interview, review bulanan intern, review internal shot
  • Kandidat dapat hasil rubriknya — jadi alat belajar, bukan cuma filter

Ini usulan termurah di deck ini dan paling langsung menyerang masalah taste. Rubrik yang sama sekaligus jadi kurikulum intern.

Regenerasi · Usulan 03–04

Dua hal yang bisa jalan minggu depan

Usulan 03 · Menjawab problem 02

Vault + ritual handoff

  • Password manager tim dengan vault per klien — bukan spreadsheet
  • Aturan: akun baru masuk vault dalam 24 jam, di-tag klien
  • Checklist offboarding: rotasi password, cabut akses, transfer ownership, walkthrough terekam

Ini isu keamanan, bukan kerapian. Kredensial klien di doc bersama adalah risiko nyata.

Usulan 04 · Sebelum bangun LMS

Onboarding 30–60–90

  • Hari 1–30: shadow + 3 latihan dari arsip, dinilai pakai rubrik
  • Hari 60: pegang satu task klien kecil dengan buddy
  • Hari 90: mandiri di satu workflow
  • Ritme harian: task board, report 17:00 (done / next / blocker), aturan stuck 30 menit

LMS dibangun setelah playbook & rubrik jadi. LMS tanpa konten cuma cangkang kosong.

Topik 02
02

Fun

Bagian yang paling gampang hilang saat remote dan paling sulit dipaksa.

Fun · Problem

“Fun” sebenarnya tiga masalah berbeda

Catatan retro menyebut tiga hal sekaligus. Solusinya beda-beda, jadi perlu didiagnosis dulu mana yang benar-benar hilang.

Jenis 01

Fun sosial

Rasa terhubung saat remote. Obatnya: ritual kecil yang rutin.

Jenis 02

Fun kreatif

Ruang bikin sesuatu yang kita mau. Obatnya: waktu yang dilindungi.

Jenis 03

Fun dalam project

Kerja klien yang tetap menarik. Obatnya: ruang eksplorasi di dalam scope.

Kalau yang hilang fun kreatif tapi kita tambah main game bareng — masalahnya nggak selesai.

Fun · Usulan 01

Menjawab fun kreatif

Friday
Lab

Effort: Rendah Impact: Tinggi

Satu slot tetap tiap minggu untuk eksperimen bebas. Jumat 13:00–17:00, tanpa deliverable klien.

  • Satu aturan saja: harus ada 1 artefak yang di-share ke channel internal
  • Sekecil apapun — screenshot, gagal pun boleh
  • Slot ini jadi feeder untuk konten sosmed dan bahan research

Syarat mati: slot ini harus dilindungi seperti meeting klien. Kalau tiap ada deadline dikorbankan, tiga minggu lagi hilang sendiri.

Fun · Usulan 02–04

Ritual kecil, bukan program besar

Usulan 02 · Fun sosial

Empat ritual

  • Monday kickoff 15 menit — bukan status, tapi “apa yang bikin penasaran minggu ini”
  • Show & tell 30 menit tiap 2 minggu, bebas topik
  • Channel #wip untuk progress mentah
  • Meetup offline per kuartal kalau memungkinkan
Usulan 03 · Fun dalam project

Satu arah liar

Dari tiga arah desain awal, satu dialokasikan sebagai arah yang benar-benar kita mau coba. Klien dapat opsi lebih kaya, tim dapat outlet. Kalau nggak dipilih, jadi bahan shot.

Usulan 04 · Alat ukur

Pulse check

Dua pertanyaan tiap akhir sprint: skor 1–5 “seberapa menyenangkan minggu ini” + satu kalimat kenapa. Lima detik untuk diisi, tapi jadi data tren.

Tanpa ini kita cuma menebak apakah fun-nya membaik.

Fun · Catatan

Soal ide share eksperimen ke sosmed

Bangun komunitas itu strategi marketing, bukan sumber fun. Begitu ada target angka follower, dia berubah jadi kerjaan.

Usulan: pisahkan keduanya. Friday Lab = fun, tanpa target. Sosmed = distribusi dari Friday Lab — satu owner, dua post per minggu, evaluasi setelah tiga bulan.

Topik 03
03

AI

Dari eksperimen personal jadi kapabilitas tim.

AI · Usulan 01

“Seberapa native” nggak bisa dijawab tanpa baseline

AI Fluency Map — satu tabel, diisi 15 menit, jadi dasar semua keputusan lain di topik ini. Effort: Rendah Impact: Tinggi

KapabilitasLevel 0Level 1Level 2Level 3
Ideation & moodboardBelum pernahPernah cobaPakai rutinBisa ngajarin
Image generationBelum pernahPernah cobaPakai rutinBisa ngajarin
UI gen & prototypingBelum pernahPernah cobaPakai rutinBisa ngajarin
Riset & sintesisBelum pernahPernah cobaPakai rutinBisa ngajarin
Otomasi workflowBelum pernahPernah cobaPakai rutinBisa ngajarin

Baris = kapabilitas, kolom = level, sel diisi nama. Update tiap kuartal. Yang level 3 otomatis jadi pengajar untuk kapabilitas itu.

AI · Usulan 02–03

Yang dibagikan bukan prompt-nya, tapi konteksnya

Usulan 02 · Menjawab problem dokumentasi

Context & Skill Library

  • Brand context — tone, palette, do & don’t Elux
  • Project context — per klien, sekali tulis dipakai berkali-kali
  • Skill file — workflow yang sudah terbukti, bisa langsung dipanggil

Satu file per konteks, versioned, satu repo dengan Workflow Atlas. Ini yang bikin output AI konsisten antar orang — bukan siapa yang paling jago nulis prompt.

Usulan 03 · Menjawab problem sharable skill

AI Recipe mingguan

  • Satu orang per minggu, 15 menit, direkam
  • Format: masalahnya apa → tool apa → konteks yang dipakai → hasilnya → di mana gagalnya
  • 12 minggu = 12 resep tervalidasi

Bagian “di mana gagalnya” wajib. Tanpa itu ini jadi ajang pamer, bukan transfer skill.

AI · Usulan 04

Belum ada di catatan retro

Garis
merah

Effort: Rendah Risiko kalau diabaikan

Satu halaman, disepakati sekali, sebelum jadi masalah.

  • Data klien mana yang tidak boleh masuk tool AI
  • Tool mana yang sudah opt-out dari training
  • Kapan penggunaan AI perlu di-disclose ke klien
  • Siapa yang bertanggung jawab atas kualitas akhir — jawabannya selalu manusia

Kebocoran data klien atau sengketa lisensi jauh lebih mahal daripada semua waktu yang dihemat AI tahun ini.

Topik 04
04

Research

Riset yang tetap jalan walau task lagi padat.

Research · Usulan 01

Menjawab “dedicated team”

Bukan tim
khusus.
Waktu
khusus.

Effort: Rendah Impact: Tinggi

Tim seukuran studio nggak punya headcount untuk orang yang cuma riset. Yang realistis: rotasi research owner.

  • Satu orang per kuartal, bergilir
  • Alokasi resmi 20% — satu hari per minggu, dilindungi seperti slot klien
  • Tugasnya bukan meriset semuanya, tapi memastikan riset terjadi dan tercatat

Kenapa rotasi: orang khusus jadi silo, dan pengetahuannya nggak pernah masuk ke tim. Rotasi juga mencegah burnout di orang yang sama.

Research · Usulan 02–03

Riset nggak maksimal biasanya karena scope-nya nggak dibatasi

Aturan baru: tiap riset punya satu pertanyaan yang bisa dijawab, deadline, dan bentuk output.

Topik — nggak selesai-selesai

“Riset AI video”

Pertanyaan — selesai dalam sehari

“Tool AI video mana yang bisa produce 15-detik product loop di bawah 30 menit?”

TingkatDurasiDipakai untukOutput
Quick scan default2 jamSatu pertanyaan spesifik5 bullet di channel
Deep dive1 hariEksplorasi terstruktur1 halaman + rekomendasi
Deep work1 mingguKeputusan besar: adopsi tool, pivot workflowPresentasi ke tim

Default-nya Quick scan. Naik tingkat hanya kalau ada alasan yang bisa disebutkan.

Research · Usulan 04–05

Dicatat, dan tahu seberapa bisa dipercaya

Usulan 04

Research Log format tetap

  • Pertanyaan · Tanggal & siapa · Yang dicoba
  • Temuan · Rekomendasi
  • Confidence: tinggi / sedang / rendah

Field confidence itu yang paling penting. Riset cepat dengan AI menghasilkan jawaban yang terdengar meyakinkan padahal tipis — menandainya mencegah temuan lemah dipakai untuk keputusan besar.

Usulan 05 · Menjawab “combine knowledge + AI”

AI melebarkan, pengalaman menyaring

  • AI bagus untuk: memperluas ruang opsi di awal, meringkas banyak sumber, jadi lawan diskusi
  • AI buruk untuk: fakta spesifik, angka, klaim yang akan dikutip ke klien

Aturan praktis: apapun yang masuk ke deliverable klien atau keputusan strategis, cek ke sumber primer.

Benang merah

Empat topik ini sebenarnya satu loop

Kalau dijalankan terpisah, keempatnya jadi empat beban baru. Kalau disambung, satu ritual menghasilkan empat output.

  • Friday Lab menghasilkan eksperimen — ini bagian Fun
  • Eksperimen jadi AI Recipe mingguan — ini bagian AI
  • Recipe yang terbukti masuk Research Log & Workflow Atlasini Research + Regenerasi
  • Yang paling menarik jadi konten sosmedtanpa effort tambahan

Satu slot Jumat, empat masalah tersentuh. Ini alasan kenapa Friday Lab jadi kandidat prioritas nomor satu.

Prioritas Q4

Impact vs effort

EFFORT RENDAH
EFFORT TINGGI
IMPACT TINGGI
Kerjakan duluan
  • Friday Lab
  • Taste Rubric
  • Vault akses + offboarding
  • AI Fluency Map
  • Garis merah AI
  • Rotasi research owner
Rencanakan, jangan tunda
  • Workflow Atlas (5 playbook)
  • Context & Skill Library
  • Onboarding 30–60–90
IMPACT SEDANG
Sambil jalan
  • Ritual remote (kickoff, show & tell, #wip)
  • AI Recipe mingguan
  • Research Log
  • Pulse check
  • Aturan scope & timebox riset
Tunda ke Q1
  • LMS untuk intern
  • Produk digital dari dokumentasi
  • Sosmed sebagai mesin komunitas

Yang di kotak “tunda” bukan ide jelek — ketiganya butuh bahan yang belum ada. LMS butuh playbook, produk digital butuh bukti pakai internal, komunitas butuh stok konten.

Keputusan

Tiga hal untuk diputuskan hari ini

  1. Enam quick win mulai minggu 1 Q4. Friday Lab, Taste Rubric, Vault, AI Fluency Map, Garis merah AI, Rotasi research owner. Total setup di bawah dua hari kerja gabungan.
  2. Tunjuk research owner Q4 dan lindungi 20% waktunya secara resmi — termasuk saat task lagi padat.
  3. Sepakati yang ditunda. LMS dan produk digital pindah ke Q1. Q4 dipakai untuk mengisi bahannya lewat Workflow Atlas.

Apa yang tidak kita kerjakan kuartal ini sama pentingnya dengan apa yang kita kerjakan.

ULANG DARI AWAL

Sekarang
giliran kalian

Mana yang salah, mana yang kurang, mana yang kita coret?

ELUX SPACE · RETRO Q3 2026